MOHAMAD GUNTUR ROMLI

I am still optimistic about the future of religious pluralism in Indonesia, my optimism comes from my faith that only religious pluralism will humanize human beings –the Jakarta Post, November 02, 2008

MOHAMAD GUNTUR ROMLI header image 3

Sekelumit tentang Guntur

gunturok.bmpLahir di Situbondo, Jawa Timur, 17 Maret 1978, dari keluarga yang peduli terhadap pendidikan. Ayahnya KH Achmad Zaini Romli adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Aitam, Curah Kalak, Jangkar, Situbondo, sebuah lembaga pendidikan Islam cuma-cuma yang disediakan untuk anak-anak yatim dan fakir-miskin. Ibunya Hj. Sri Maria Romli adalah seorang guru di sekolah dasar.Guntur menyelesaikan pendidikan dasar (SD) dan menengah (SMP) di Situbondo. Sore dan malam hari ia belajar ilmu-ilmu agama; tajwid, nahwu, fiqih, tasauf, di pesantren ayahnya. Pada tahun 1992 melanjutkan pendidikan di Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren al-Amien Prenduan Sumenep Madura hingga lulus awal tahun 1997, selama setahun setengah, ia menjadi tenaga pengajar di almamaternya sembari kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amien dan Pesantren Tinggi Al-Amien (PTA) hingga Agustus tahun 1998.

September 1998 melanjutkan studi di Fakultas Ushuludin, Jurusan Akidah-Filsafat, di Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir. Selama di Mesir ia aktif di organisasi-organisawi kemahasiswaan dan kekeluargaan: Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU Mesir) hingga menjadi wakil ketua tanfidziyah dari tahun 2002-2004, Ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL) Korda Cairo, dan Forum Silaturahmi Keluarga Madura (FOSGAMA) Cairo-Mesir.

Selain aktivis mahasiswa, Guntur juga seorang jurnalis, ia pernah menjadi koresponden untuk Majalah Panji Masyarakat (2002-2002), setelah Panji Masyarakat “wafat”, ia bergabung dengan Majalah Berita GATRA sebagai wartawan untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (2002-2004). Sebagai wartawan ia pernah melakukan wawancara dengan Nawal Saadawi (aktivis Perempuan Mesir), Mahdi Akif (Mursyid Ikhwan Muslimin Mesir), Gamal al-Banna (adik kandung Hasan Al-Banna), Hasan Hanafi (intelektual Mesir) dan lain-lain. Semenjak di Cairo ia telah menulis analisa politik Timur Tengah, dinamika dan pergulatan keagamaan yang disiarkan oleh media-media di Indonesia seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Jawa Pos.

Akhir tahun 2004 kembal ke Indonesia, sempat magang di P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) Cililitan, Jakarta Timur. Pada bulan Agustus 2005 bergabung dengan Jaringan Islam Liberal hingga Agustus 2007. Kini, ia adalah kurator diskusi di Komunitas Utan Kayu–kemudian berkembang menjadi Komunitas Salihara di Jalan Salihara No 16 Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Setiap Sabtu pukul 10.00 WIB ia memandu acara Kongkow Bareng Gus Dur di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu N0 68H Jakarta yang mengudara melalui KBR68H dan disiarkan oleh radio-radio jaringannya di Nusantara.

Buku terjemahannya “Menyongsong Yang Lain, Membela Pluralisme” karya seorang penulis Koptik Mesir, Milad Hanna diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal tahun 2005. Bersama Moh Fawaid Syadzili menulis buku “Dari Jihad Menuju Ijtihad” (LSIP: 2003). Ia menulis agama, sastra dan politik Timur Tengah untuk sejumlah media cetak di Indonesia. Kumpulan kolomnya baru terbit “Ustadz, Saya Sudah di Surga” (KataKita, Agustus 2007)

Guntur dapat dikontak melalui email: mgromli@yahoo.com

==============================================

guntur-web-pribadi.jpg

Cirriculum Vitae

 

Nama                                      : Mohamad Guntur Romli

Tempat tanggal lahir         : Situbondo 17 Maret 1978

Jender                                   : Laki-laki

 

Aktivitas:

v     Kurator Diskusi di Komunitas Utan Kayu dan Komunitas Salihara, Januari 2007– sekarang

v     Editor di Jurnal Perempuan, Januari 2008 - sekarang

v     Host Acara Kongkow Bareng Gus Durtalkshow rutin tiap hari Sabtu pukul 10.00-11.00 WIB bersama mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid—di KBR68H, Jakarta dan disiarkan lebih dari 70 radio jaringan di Indonesia, November 2005-sekarang

v     Aktif dalam organisasi dan kegiatan lintas-agama seperti dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragaman dan Berkeyakinan (AKKBB), tahun 2006-sekarang

v     Analis politik untuk isu Islam Politik dan Politik Timur Tengah di media-media cetak di Indonesia: Kompas, Koran Tempo, Jawa Pos, Indo Pos, Republika, Suara Pembaruan, Media Indonesia, Majalah GATRA, Majalah TEMPO, tahun 2002-sekarang

v     Analis Politik Timur Tengah untuk media televisi di Indonesia: SCTV, Metro TV, Trans-7, dan TVOne, tahun 2008-sekarang

 

Pendidikan:  

v     SDN Pesanggrahan I, lulus tahun 1989

v     SMP I Arjasa Situbondo, 1992

v     Pondok Pesantren al-Amien Prenduan Sumenep Madura, Jawa Timur, tahun 1997

v     Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Amien Prenduan Madura Jawa Timur, Fakultas Tarbiyah, tahun 1997-1998

v     Universitas al-Azhar, Cairo, Mesir, Fakultas Ushuludin Jurusan Akidah-Filsafat, tahun 1998-2004

 

Pengalaman kerja:

v     Menjadi staf pengajar di alamamaternya bidang studi Bahasa Arab 1997-1998

v     Koresponden Majalah Panjimas Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara 2002-2002

v     Wartawan Majalah Mingguan GATRA Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara 2002-2004

v     Staf Peneliti di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta 2004-2005

v     Mengisi acara “Perspektif Progresif” di Radio Jakarata News FM (2004-2005)

 

Pengalaman Organisasi:

v     Menjadi Pemimpin Umum untuk Majalah Bahasa Arab “al-Wafa” di Pondok Pesantren al-Amien Prenduan Sumenep Madura, tahun 1997-1998

v     Aktif di Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Mesir (PCI-NU Mesir) hingga menjadi Wakil Ketua Tanfidzyiah (Dewan Eksekutif), tahun 1999-2004

v     Editor di Jaringan Islam Liberal (JIL) Jakarta, Agustus 2005 – Agustus 2007

 

Karya Tulis:

v     Kontekstualisasi Islam dalam Peradaban, Penerbit Fosgama, Cairo Mesir, 2002

v     Menyoal Agama, Menggugat Mahasiswa, Penerbit IKBAL Korda Cairo Mesir, 2003

v     Dari Jihad Menuju Ijtihad, Penerbit LSIP Jakarta 2003

v     Mendobrak Tradisi, Penerbit KOMPAS Jakarta 2004

v     Kala Fatwa Jadi Penjara, Penerbit the Wahid Institute Jakarta, 2006

v     Ustadz, Saya Sudah di Surga, Penerbit KataKita Jakarta, 2007

 

Terjemahan:

Qabûlul al-Âkhar Karya Penulis Mesir Milad Hanna, edisi terjemahan: Menyongsong yang Lain, Membela Pluralisme Penerbit Jaringan Islam Liberal 2005

 

 

1 Comment

1 response so far ↓

  • 1 mohammad rofiqi // Feb 22, 2008 at 13:44

    assalamu’alaikum
    apa kabar ustadz? masih ingat sama saya? saya kira antum sudah lupa. saya satu abituren sama lukman junaidi. salam ta’zim.
    rofiqi, talang pamekasan

You must log in to post a comment.