Selain aparat keamanan yang memburu pelaku teror yang mengebom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada Jumat pekan lalu, media-media kita pun berlomba-lomba mengabarkan perkembangan terbaru. Media saling berpacu berusaha mengungkap siapa pelakunya, menayangkan gambar dan wawancara yang diklaim “eksklusif”. Di tengah taburan informasi dari media-media ini, saya membayangkan pelaku teror tersebut, atau simpatisannya, sedang tersenyum atau mungkin tertawa-tawa melihat suguhan media kita yang tak lebih dari permainan teka-teki tentang siapa pelaku dan jaringan terorisme. Memang media kita terlalu berfokus pada: mengungkap siapa pelaku aksi teror tersebut.
Terorisme dan Sikap (Media) Kita
Juli 25th, 2009 · No Comments
→ No CommentsTags: Kolom
Islam Indonesia dan Obama
Juni 10th, 2009 · No Comments
Pidato Presiden Ameria Serikat Barack Obama di Universitas Cairo Mesir (4/6) menggetarkan. Obama menyebut tiga kali nama Indonesia untuk memperkuat latar belakangnya dan pengalamannya bahwa ia mengetahui Islam. Islam di Indonesia menjadi rujukan Obama sebagai Islam yang menjamin kemerdekaan beragama dan persamaan hak perempuan. Dan Obama mengucapkan “assalamu’alaikum” untuk memulai pidatonya. Obama juga mengutip dari Taurat, Injil dan al-Quran untuk mendukung pernyataan soal perdamaian dan kebhinnekaan. Misi utama dari pidato itu untuk memulihkan citra Amerika dalam Dunia Islam. Maklum sebelum ini hubungan Amerika dengan Dunia Islam sangat terpuruk di era kepemimpinan George W Bush.
→ No CommentsTags: Kolom
Ketegangan Politik di Timur Tengah dan Dampaknya terhadap Islam di Indonesia
Februari 26th, 2009 · Comments Off
Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Panitia dan siapa pun yang terlibat dalam acara ini. Undangan ini bagi saya adalah penghormatan untuk berbicara dan berdiskusi dengan hadirin sekalian.
Saat ini saya diundang ke sebuah daerah, sebuah kota yang masyarakatnya sangat heterogen, majemuk, plural, bhinneka, yang memiliki aneka-ragam suku bangsa, budaya, agama, kepercayaan, dan tradisi. Ciri khas dari daerah urban. Samarinda adalah Kota Urban. Kesadaran ini akan menjadi perspektif saya dalam menyampaikan ide atau pemikiran yang berkaitan dengan topik kita kali ini.
Seorang Pujangga besar Nusantara pada abad ke-14 lalu, Mpu Tantular telah menemukan sebuah istilah yang akhirnya menjadi falsafah negeri kita, “Bhinneka Tunggal Ika” (Berbeda-beda tetap Satu). Dan jauh sebelum itu, melalui Kalam yang Suci pada abad ke-7 ditegaskan dalam Surat al-Hujarat 13, Yâ ayyhuhannâsu innâ khalaqnâkum min dzakrin wa untsâ wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâ’ila li ta’ârafu (Hai manusia sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian bangsa dan puak untuk saling mengenal).
Comments OffTags: Esai
“Tangan-tangan Tersembunyi” Yahudi
Februari 16th, 2009 · Comments Off
Ketika bangsa Arab kalah perang melawan Israel pada 1967, Anwar Sadat, Presiden Mesir yang menggantikan Gamal Abd. Nasser, melontarkan slogan a’rif aduwwaka(ketahui musuhmu!). Yang dimaksud musuh adalah Israel, yang selalu menaklukkan gabungan militer negara-negara Arab sejak perang 1948.Pada perang 1948, Israel dikeroyok Mesir, Suriah, Libanon, Irak, Yordania, Arab Saudi, Yaman, dan pejuang Palestina. Ujung-ujungnya hanyalah kekalahan dan hampir seluruh wilayah Palestina dikuasai oleh Israel.
Comments OffTags: Kolom
