MOHAMAD GUNTUR ROMLI

Quran bak jari telunjuk, amati arah yang ditunjuk, bukan dipelototi jarinya

MOHAMAD GUNTUR ROMLI header image 2
Viagra online
XANAXadderall onlineLevitraPuppies for sale

Barisan Ibu-ibu Hadang Gerakan Penyegelan Masjid Ahmadiyah

Desember 13th, 2007 · 2 Comments

Barisan ibu-ibu jemaat Ahmadiyah di Manislor Kabupaten Kuningan menghadang puluhan Satpol PP dan aparat kepolisian dan TNI yang akan menyegel Masjid An-Nur Ahmadiyah di Manislor Kuningan. Barisan yang berasal dari ratusan ibu-ibu dan anak-anak sekolah membentuk pagar hidup untuk melindungi masjid, sekolah dan rumah-rumah para pengikut Ahmadiyah yang seluruhnya penduduk asli di desa Manislor.

Demikian informasi yang saya dapatkan dari Malik (08889100611) dari Garda Kemerdekaan di lapangan. Karena dihadang barisan ibu-ibu dan anak-anak, pimpinan Satpol PP mengajak berunding pimpinan Ahmadiyah Manislor. Dari perundingan tersebut diputuskan surat kesepahaman antara pihak aparat (Satpol PP, Polisi dan TNI) dengan pihak Ahmadiyah untuk dalam bahasa aparat “mengamankan” alias menyegel masjid-masjid Ahmadiyah dengan tujuan meredam gerakan GERAH (Gerakan Anti Ahmadiyah) di Kuningan.

Dari tim negoisasi yang dibantu Sinung (08561914400) dari Kontras tiga masjid Ahmadiyah (An-Nur, al-Taqwa, dan al-Hidayah) dari sembilan masjid Ahmadiyah di Manislor Kuningan, akan disegel untuk sementara waktu sampai ada keputusan dari pemerintah pusat yang akan dinegoisasikan oleh komisi independen.

Beberapa kawan-kawan dari Jakarta, LBH Jakarta, ICRP, Wahid Institute, dan Garda Kemerdekaan hingga saat ini masih di Manislor Kuningan untuk membantu jemaat Ahmadiyah di sana. Kontak bantuan hukum dari Ahmadiyah hubungi Mubarik 0811155548 yang juga berada di lokasi.

Tags: Berita

2 responses so far ↓

  • 1 Daniel! // Des 13, 2007 at 12:07

    kenapa kekerasan selalu menang ya? simpati saya untuk warga ahmadiyah..

  • 2 M. Zakaruddin // Des 16, 2007 at 18:15

    Agama Islam diturunkan untuk seluruh umat manusia yang hidup dimuka bumi ini. Bukan untuk sekelompok orang. Itu bedanya dengan kitab suci Taurat yang diturunkan untuk bani Israel. Jadi tidak seorangpun boleh mengklaim Islam sebagai milik pribadinya.

    Tuhan menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengarungi kehidupan didunia ini. Tapi bagi mereka yang tidak mau (diberi petunjuk), juga tidak masalah bagi Tuhan. Yang pasti semua orang (baik yang memeluk Islam atau yang tidak) akan diminta pertanggungjawabannya oleh Tuhan di akhirat nanti, tanpa terkecuali.

    Jadi soal agama adalah urusan setiap manusia dengan Allah sang Pencipta, bukan urusan manusia. Karena itu apa haknya GERAH, FPI, GUII atau apalah namanya mengurusi iman orang.

    Saran untuk GERAH, FPI, GUII dan bahkan MUI, janganlah bertindak berlebihan seolah-olah kalian adalah “penjaga akidah umat manusia” karena kalian tidak tahu apa-apa. Bahkan kalian sesungguhnya adalah manusia-manusia yang tidak percaya kepada Allah Ta’ala. Bukankah Allah telah berfirman didalam al Quran bahwa hanya Dia lah yang tahu siapa-siapa yang SESAT dan siapa yang tidak. Bukankah Allah juga telah berfirman bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

    Lalu kalau bukan sesat, apa sebutan kalian yang tidak lagi sejalan dengan petunjuk al Quran (firman Allah swt) tadi?

    Sesungguhnya kalianlah golongan yang sangat sesat. Sekarang kalian paksa pula orang untuk mengikuti keyakinan kalian yang sesat itu. Naudzubillah min dzaliq.
    Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa kalian.

You must log in to post a comment.